Jumat, 28 Juni 2013

Struktur Direktori Di Ubuntu Linux

Pada sistem operasi Linux, semua filesystem termuat dalam satu hirarki direktori. Direktori root merupakan direktori level atas (top-level directory), dan semua sub-directory nya membentuk hirarki direktori. Sangat berbeda dengan sistem operasi yang lain, seperti MS-Windows, dimana menerapkan hirarki terpisah untuk setiap device dan partisi.

Berikut ini beberapa direktori di Linux beserta keterangannya:
·         /bin — berisi semua aplikasi binari yang dapat dieksekusi
·         /boot — berisi file-file yang diperlukan untuk booting sistem
·         /dev — berisi perangkat sistem (semua mulai dari drive sampai display)
·         /etc — hanya berisi file konfigurasi untuk sistem
·         /etc/profile.d — berisi skrip yang dijalankan oleh /etc/profile setelah login
·         /etc/rc.d — berisi sejumlah script shell yang berjalan saat boot pada run level yang berbeda. Ada juga biasanya script rc.inet1 untuk menyiapkan koneksi jaringan (di Slackwar), script rc.modules untuk memuat driver perangkat modular, dan script rc.local yang dapat diedit untuk menjalankan perintah yang diinginkan oleh administrator.
·         /etc/rc.d/init.d — berisi sebagian besar script inisialisasi sendiri pada sistem berbasis rpm
·         /etc/rc.d/rc*.d — dimana tanda “*” berupa angka sesuai dengan default run level. Berisi file untuk service yang dijalankan dan dihentikan pada run level tersebut. Pada sistem berbasis rpm, file ini ter-symbolic link ke script inisialisasi sendiri, yang berada pada /etc/rc.d/init.d.
·         /etc/skel — direktori yang berisi beberapa contoh atau kerangka shell inisialisai. Seringkali berisi subdirektori dan file yang digunakan untuk mengisi home directory pengguna baru.
·         /etc/X11 — berisi file konfigurasi untuk sistem X Window
·         /home — disimpan secara lokal file dan folder pengguna
·         /lib — librari sistem (sama seperti Program Files)
·         /lost+found — lost and found untuk file yang hilang
·         /media — peralatan yang dipasang (atau dimuat), seperti cdrom, kamera digital, dll
·         /mnt — file sistem yang ter-mount
·         /opt — lokasi untuk program “opsional” yang telah terinstal
·         /proc — direktori dinamis termasuk informasi tentang dan daftar proses
·         /root — folder “home” untuk user root
·         /sbin — binari khusus sistem (lihat /bin)
·         /sys — berisi informasi tentang sistem
·         /tmp — file temporer
·         /usr — aplikasi terutama untuk pengguna biasa
·         /var — terutama berisi log, database, dll
·         /usr/local/bin — tempat dimana meletakkan program buatan anda, tidak akan ditimpa dengan upgrade.
·         /usr/share/doc — dokumentasi


Menguasai Operasi Input dan Output

Perintah dasar LINUX
          Pada bahasan kali ini kita akan mempelajari Operasi Input Output mencangkup  pipeline dan Redirection dalam Sistem Operasi LINUX.

1. Proses Input Output

          Proses adalah program data yang sedang berjalan, bila suatu data tidak berjalan maka dinamakan file. Setiap kali instruksi diberikan maka LINUX karnel akan menciptakan sebuah proses dengan memberikan nomor PID (proses identity). Proses dalam LINUX selalu membutuhkan input dan menghasilkan output.
Dalam konteks LINUX input/output adalah :
- keyboard (input)
- Layar (output)
- Files
- Struktur data kernel
- Peralatan I/O lainnya (misalnya Network).
2. File Daescription
          LINUX berkomunikasi dengan file melalui file descriptor  yang direpresentasikan melalui angka yang dimulai dari 0,1,2 dan seterusnya.
- Output ke layar(standart output), input dari system kernel

output ke layar (standart output), input dari keyboard (standart input)

Input dari keyboard dan output ke alamat internet

Input nama directori, output tidak ada (membuat direktori baru), bila terjadi error maka tampilan error pada layar (standard error)

3. Pembelokan ( Redirection )
Pembelokan Standart output

Pembelokan standart input, yaitu input dibelokkan dari keyboard menjadi dari file

Pembelokan standart error

Notasi 2>&1 : pembelokan standar error (2>) adalah identik dengan file descriptor 1

Notasi 1>&2 (atau > &2) : pembelokan standart output adalah sama dengan file descriptor 2 yaitu standart error


- Notasi >> (append)


- Notasi here document (<<++….++) digunakan sebagai pembatas input dari keyboard


Minggu, 16 Juni 2013

Operasi File dan Struktur Direktory

Operasi File dan Struktur Direktory

Organisasi File

      Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dengan dimulai dari dari root dengan symbol “/”. Kita dapat menciptakan file dari direktori mulai dari root ke bawah, direktori dapat berisi File dan Direktori lagi ( disebut juga sub direktori).

Operasi File dan Struktur Direktory



Direktori /etc

        Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintenance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di drektori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antara lain :
© httpd, apache web server.
© ppp, point to point protocol untuk koneksi ke Internet.
© rc.d atau init.d, inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.
© cron.d, rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal(time dependent process)


Tipe File

Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :
© Ordinary file
© Direktori
© Block Device ( Peralatan I/O )
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.
© Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll.

© Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses.
© Link File - See more at: http://irma14.blogspot.com/2008/10/operasi-file-dan-struktur-direktori.html#sthash.DGfDYbVn.dpuf

Perintah Direktory

© Pwd Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.
$ pwd
© Mkdir Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS. a
Contoh : mkdir <nama folder> kemudian enter
$mkdir mahasiswa
© Rmdir rmdir atau remove directory(ies) digunakan menghapus direktori, apabila kosong.
Contoh Pengunaan:
$ rmdir <direktori>

Perintah-Perintah Manipulasi File

© Cp untuk mengkopi file atau seluruh direktori
Contoh : cp lalu nama file atau direktori yg ingin kita cp

© Mv untuk memindah file
 Contoh : mv lalu nama file atau direktori yang ingin kita mv.  
  
© Rm untuk menghapus file cth : rm lalu nama file atau direktori yang ingin kita rm

Perintah-Perintah

© File = membuat shortcut
© File find = mencari file
© Which = mencari file
© Locate = mencari file
© Grep = mencari file



Kamis, 06 Juni 2013

Perintah Informasi User Di Centos



Perintah Informasi User Centos
♪ ID Merupakan perintah untuk melihat identitas diri mencetak user id.
Tampilan di Centos :

 ♪Host Name Untuk menampilkan host domain name sistem, juga dapat digunakan untuk mengecek nama host sistem.
Tampilan di Centos :

Uname Untuk Melihat versi yang digunakan pada linux.
Tampilan di Centos :

W Untuk mengetahui siapa saja yang sedang aktif.
Tampilan di Centos :


Who Untuk Mengetahui siapa saja yang sedang login. Perintah akan menampilkan informasi mengenai ligin name dsb.
Tampilan di Centos :

Whoami Untuk bertanya siapa saja yang sedang bekerja (User Yang Digunakan).
Tampilan di Centos :

Chfn Dapat digunakan untuk melemgkapi informasi pengguna pada perintah finger.
Tampilan di Centos :
Finger Sama seperti who tetapi informasi yang di berikan lebih lengkap.
Tampilan di Centos :

Date Untuk mengetahui tanggak dan waktu.
Tampilan di Centos :

♪ Cal Untuk menampilkan kalender.
Tampilan di Centos :


Man Menampilkan manual page, menjelaskan detail menggunakan perintah.
Tampilan di Centos :

Clear Untuk menghapus layar.
Tampilan di Centos :


  
Maka tampilannya akan seperti ini :

♪ Apropos Untuk mencari perintah deskripsi, mengandung kata kunci yang di cari.
Tampilan di Centos :

Whatis Perintah yang tepat untuk kata kunci yang di cari.
Tampilan di Centos :

Mkdir Untuk membuat folder.
Tampilan di Centos :


Ls Untuk menampilkan isi dari sebuah direktori
Tampilan di Centos :


File Digunakan untuk melihat tipe file
Tampilan di Centos :

Cat Untuk melihat file pada directory yang bukan file nyata.
Tampilan di Centos :
More Untuk mempaging halaman
Tampilan di Centos :

Pg Menampilkan layar satu/ per layar penuh.
Tampilan di Centos :

Cp Perintah untuk menyalin file/copy.
Tampilan di Centos :


Mu Perintah untuk memindahkan file dari 1 lokasi ke lokasi lain
Tampilan di Centos :

Rm Menghapus file secara default tidak menghapus direktori.
Tampilan di Centos :


Grep Mencari file mengandung teks dengan kriteria yang di tentukan.
Tampilan di Centos :



Cara Menginstal Linux Di VirtualBox

CARA MENGINSTALL LINUX UBUNTU

          Menginstall Linux Ubuntu - Linux Ubuntu merupakan sebuah sistem operasi yang open source dan sekarang ini telah semakin banyak digunakan karena tergolong sebagai distro linux yang paling populer, anda dapat menginstallnya pada komputer anda, namun jika anda adalah pengguna setia sistem operasi lain misalnya windows, maka anda sebaiknya menginstallnya secara dual booting atau triple booting, tapi jika komputer anda mempunyai spesifikasi yang baik dari segi RAM dan juga Hardisk maka anda juga dapat menggunakan Virtual Machine untuk menginstall ubuntu di laptop anda.
  1. Langkah pertama adalah jalankan virtual box (oracle virtual machine di PC)
  1. Setelah membuka dan menjalankan Virtual box pastikan bahwa telah ada file ISO Ubuntu yang aka di Installkan, perhatikan gambar berikut :

  1. Apabila telah ada file ISO Ubuntu maka proses instalasi bisa langsung dilakukan klik tombol start pada layar utama virtual box perhatikan gambar berikut :

  1. Setelah itu akan muncul dua pilihan yaitu Try Ubuntu Version**** atau Install Ubuntu Version **** untuk lebih mengenal Ubuntu sebaiknya kita pilih Try Ubuntu, nanti setelah memilih itu lalu bisa menginstallnya lewat desktop try ubuntu tadi, perhatikan gambar :
  1. untuk menginstall ubuntu pilih menu Install Ubuntu yang terletak pada Desktop, sesuai gambar 3.5, setelah mengkliknya maka akan muncul pilihan untuk menu untuk bahasa yang digunakan pada ubuntu nantinya.
  1. Setelah memilih default bahasa lalu pilih forward, dan akan tampil zona waktu, sesuai gambar berikut :
  1. Setelah mengatur zona waktunya pilih forward lagi, dan akan muncul pilihan untuk memilih layout keyboard, sesuai gambar berikut:
  1. Apabila sudah selesai mengatur layout keyboard klik forward, dan akan diarahkan ke Prepare disk space, sesuai gambar berikut:
  2. Selanjutnya adalah proses mengisi data user login dan password, sesuai gambar berikut:
  3. Jika semua kolomnya telah terisi, klik forward, maka akan muncul rekapitulasi data penginstalan yang telah dilakukan sejak awal proses tadi, sesuai gambar berikut:
  4. Selanjutnya adalah klik install,,, setelah itu tunggu beberapa saat karena proses instalasi Ubuntu sedang berlangsung. 
  5. Apabila proses instalasi telah selesai maka akan muncul perintah restart (reboot) pilih saja yes, setelah di restart maka tampilan Ubuntu akan menjadi seperti berikut ini
  1. Apabila password yang di inputkan benar maka akan masuk ke jendela utama linux Ubuntu sesuai gambar berikut :

sekian penjelasan dari kami mengenai cara Instalasi Linux Ubuntu di VirtualBox


 

Selalu Berbagi Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez